Ampas Teh


pagi merekah di atap sawah

semburat emas terang menyisir pematang

di dapurmu yang penuh jelaga,

sayuran hangat mengepul di mangkok porselen

suara beradu sendok dan garpu  terdengar dari tepian meja

kau ulurkan teko berisi ampas teh semalam

namun aku hanya duduk termangu,

menanti kesadaranku yang tak kunjung kembali

bunga...

begitu berarti kah kau baginya??

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini