Apa Kabar Senjamu, Kawan?
Apa kabar senjamu akhir-akhir ini, kawan? 

 
Apakah senjamu melegakan seperti biasanya? Atau justru mendebarkan hingga malam datang? 

 
Ya, terkadang senja memang menjadi waktu yang dapat melegakan hati dan pikiran setelah seharian beraktivitas. Namun, senja ternyata juga bisa menjadi waktu di mana perasaan gelisah semakin terasa. 

 
Ya, misalnya masalah yang terjadi di siang hari, dan belum kunjung selesai hingga malam menjelang. Padahal esok paginya kita sudah harus memikirkan hal ini.

 
Pikiran tak terarah, ucapan yang tak terkontrol, dan hati hanya ingin menangis namun air mata bagaikan seperti sedang musim kemarau, hanya mengeluarkan setetes dua tetes air mata. Padahal sesak di rongga dada begitu membuncah seperti air bah yang siap menerjang.
 
 
 
Lalu bagaiamana kawan?
Apa yang mesti kita lakukan?
Meratap, meracau, atau bagaimana
 
 
 
Hanya satu cara yang menurutku berhasil
Walau tak mudah untuk pertama kalinya
Ya, Pasrahkan saja pada Sang Pemilik hati
Pasrahkan pada-Nya, minta ampun pada-Nya
Karena bahkan dengan membatin saja kita tidak mampu mengatakan keluh kesah itu
 
 
 
Namun Dia mendengar, Dia tahu, Dia tahu setiap isi hati.
 
 
 
Maka, minta ampun pada-Nya, lantunkan kitab suci, dan katakan pinta di sepanjang penghujung senja itu 

 
Foto:menanti senja bersama sahabat di perpustakaan kampus

 
Kota Hujan,

22 Oktober 2017
 

 
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini