Postingan

Ujung Hujan

Gambar
kilatan petir menyadarkanku bahwa di luar memang sedang hujan kaca tebal dan ruangan luas yang kutempati rupanya menyembunyikan hujan dariku atau, aku terlalu fokus dengan tulisan di depan mataku? monitor laptop yang menyala, memperlihatkan garis hitam kecil yang berkedip-kedip menunggu didorong oleh huruf-huruf kecil dibelakangnya   di luar hujan dan aku senang aku selalu merasa di rumah saat hujan turun walau kenyataannya aku jauh dan entah apa yang sedang kulakukan di sini   ya Allah, bersama hujan yang turun dengan penuh keberkahan ini ijinkan hamba menyampaikan sebuah permohonan sebuah doa yang hamba tau sangat mudah bagi-Mu dan hamba sangat yakin akan kemurahan-Mu   kuatkan langkah dan tekad hamba, dalam menyelesaikan amanah ini Aamiin   Kota Hujan, 7 September 2018   
Gambar
hai... kali ini aku pengen sedikit cerita ya. Ya walaupun tulisanku ga sebagus penulis2, yah setidaknya ku ingin coba Oke, jadi, aku bikin blog ini di tahun 2015. Itu pun jarang sekali aku aktif menulis di blog. Padahal tujuan awalku bikin blog ya supaya aku jadi sering nulis. Tapi, sebenarnya, walaupun aku jarang aktif nulis di blog, aku tetep nulis kok. Nulis di mana-mana yang bisa ku tulisin. Di laptop kalo lagi bosen baca jurnal atau mengerjakan tugas, di kertas ujian pas udah mentok mikirnya, atu kertas apa yang kutemuin saat itu. Makanya, salah satu item wajib yang mesti kubawa kalau kemana-mana yang kertas sama alat tulis. Ga harus buku diary atau buku bagus. Kertas struk belanja atau kertas print yang gagal juga sering kupake. untuk alat tulisnya, ga mesti juga harus pulpen yang sering dipake. spidol warna ijo, pensil, atau pulpen apa aja asal masih bisa dipake ya bisa aja kubawa. Yang ditulis? ga mesti juga temanya. tergantung apa yang lagi ada di pikiran sam...
Gambar
Apa Kabar Senjamu, Kawan? Apa kabar senjamu akhir-akhir ini, kawan?     Apakah senjamu melegakan seperti biasanya? Atau justru mendebarkan hingga malam datang?     Ya, terkadang senja memang menjadi waktu yang dapat melegakan hati dan pikiran setelah seharian beraktivitas. Namun, senja ternyata juga bisa menjadi waktu di mana perasaan gelisah semakin terasa.     Ya, misalnya masalah yang terjadi di siang hari, dan belum kunjung selesai hingga malam menjelang. Padahal esok paginya kita sudah harus memikirkan hal ini.   Pikiran tak terarah, ucapan yang tak terkontrol, dan hati hanya ingin menangis namun air mata bagaikan seperti sedang musim kemarau, hanya mengeluarkan setetes dua tetes air mata. Padahal sesak di rongga dada begitu membuncah seperti air bah yang siap menerjang.       Lalu bagaiamana kawan? Apa yang mesti kita lakukan? Meratap, meracau, atau bagaimana     ...
Gambar
  Gambar diambil di Tebing Breksi pada 20 Agustus 2017              Aku terlahir di sebuah desa di mana warna hijau mendominasi pandangan. ke manapun aku mengedarkan pandangan, aku akan melihat tanaman berwarna hijau. Terlebih desa ku terletak di lereng gunung Merbabu yang indah. Bertahun-tahun aku tinggal di tempat ini, lalu sejenak meninggalkan tempat ini untuk mencari ilmu. Aku selalu dan tidak pernah berhenti mengagumi keindahan alam ini. Masya Allah, Maha Besar Allah Sang Pencipta alam semesta yang menciptakan semua keindahan ini. Maka bagiku, tanaman, bunga-bunga, bukit, kabut, embun, dan pegunungan selalu menjadi objekku untuk diabadikan. Betapa hal yang kadang terlewatkan bisa terlihat indah apabila diabadikan dengan sepenuh hati dan dari sudut pandang yang lain.
Gambar
buku.. sejak kecil aku suka buku buku apa pun itu asal ada tulisan dan minimal satu gambar lewat buku aku bisa mengenal dunia dunia yang tidak pernah terpikirkan olehku dunia yang jauh dari kampungku tapi kini, aku jarang membaca buku entah karena alasan sok sibuk atau rasa enggan yang sering muncul atau karena si gadget yang sering mengambil waktuku yang lebih sering aku bawa kemana-mana namun, akan seperti apapun zaman berubah jangan khawatir buku, aku akan selalu berusaha membacamu membawamu kemana pun ku pergi mengisi tas ku dengan minimal satu buku ya,,,buku apa pun itu Dramaga, 29 Mei 2016

Ampas Teh

Gambar
pagi merekah di atap sawah semburat emas terang menyisir pematang di dapurmu yang penuh jelaga, sayuran hangat mengepul di mangkok porselen suara beradu sendok dan garpu   terdengar dari tepian meja kau ulurkan teko berisi ampas teh semalam namun aku hanya duduk termangu, menanti kesadaranku yang tak kunjung kembali bunga... begitu berarti kah kau baginya??